Foto Udara Pesawat Japan Airlines Menabrak Gunung Ini Mengerikan..!

Crash Japan Airlines

Crash Japan Airlines

Ini adalah foto udara kecelakaan pesawat Japan Airlines dengan nomor penerbangan 123 (Nihonkouku 123 botol Mikuraku Jiko), pada Senin, 12 Agustus 1985, pukul 18.56, dimana peswat berangkat dari Tokyo (bandara Haneda) ke Osaka (Itami) itu adalah Maskapai penerbangan reguler pesawat terbang yang alami crash berjenis Boeing 747SR – 100 (jumbo jet, kode pesawat JA 8119, nomor seri 20783) menabrak Gunung Takamagahara di desa Ueno, prefektur Gunma dikenal dengan sebutan”Ridge of Misakado”.

Menurut laporan investigasi kecelakaan oleh Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Kementerian Perhubungan, jumlah korban tewas dalam kejadian itu adalah 520 dan jumlah korban selamat (korban luka) adalah 4 dari 524 penumpang. Jumlah korban tewas itu adalah yang terbesar dalam sejarah kecelakaan pesawat terbang yang terjadi di Jepang pada Agustus 2015, dan terbesar di dunia dalam kasus kecelakaan pesawat terbang tunggal.

pesawat Boeing patah ekornya

pesawat Boeing patah ekornya

Kronologi Kecelakaan Japan Airlines Penerbangan 123

  • JAL 123 lepas landas dari Bandara Haneda pada pukul 6:12 sore waktu setempat,
  • Ketika pesawat di atas Teluk Sagami, bagian penyekat buritan belakang pesawat pecah, ekor pesawat robek.
  • Seluruh sistem hidraulik pesawat rusak secara keseluruhan.
  • Pesawat melayang-layang tak terkendali selama sekitar 30 menit sebelum akhirnya jatuh menabrak gunung.
  • Pilot mencoba mencari tempat mendarat darurat, seperti kembali ke Bandara Haneda di Tokyo, atau pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat di Yokota. Namun,  sia-sia.
  • Pukul 6:56 waktu setempat, pesawat hilang kontak dengan radar.
  • Pesawat tersebut menabrak punggung gunung dan kemudian menabrak gunung kedua kemudian terbalik dan menghantam tanah dengan punggung pesawat terlebih dahulu.
  • Menurut penyelidikan ekor pesawat tersebut pernah tersenggol dalam sebuah pendaratan di Bandara Itami pada tanggal 2 Juni 1978.
  • Namun ekor pesawat itu tidak diperbaiki dengan sempurna oleh teknisi Boeing dan JAL yang menyebabkan berkurangnya kemampuan penyekat bertekanan bagian belakang (rear pressure bulkhead) dalam menahan beban tekanan selama penerbangan sehingga mengakibatkan kecelakaan tersebut terjadi.
  • Pasca kecelakaan, Presiden JAL, Yasumoto Takagi, mengundurkan diri dari jabatannya.
  • Di Haneda, seorang manajer perawatan JAL memutuskan bunuh diri (Harakiri) akibat tidak kuat menanggung beban rasa malu yang ditimbulkannya kepada perusahaan.
Iklan

Tentang oldrider

KeepBrotherhood & Peace
Pos ini dipublikasikan di NEWS dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s