Inilah Cara Kerja Wearpack untuk pembalap Motogp !!!!

Seperti apa sih cara kerja wearpack untuk pembalap selevel Motogp

Apa itu Wearpack? Mungkin masih banyak yang tidak tahu mengenai istilah wearpack ini. Bisa dikatakan wearpack itu adalah nama bekennya baju balap yang dipakai pembalap-pembalap motogp untuk salah satu kebutuhan terpenting di ajang balap motogp setiap serinya.

Gunanya apa sih? Gunanya sangat banyak salah satunya dan terutama untuk keselamatan para pembalap.

wearpack-valentino-rossi

Wearpack sering juga di sebut dengan nama Racing Suit, boleh dibilang Wearpack ini sama seperti seragam khusus bagi pembalap agar aman di lintasan. Pada dasarnya Wearpack di desain untuk melindungi 3 bagian penting dari tubuh seorang pembalap, yaitu bahu, leher dan tulang selangka.

Perlu di ketahui bahwa pada Wearpack bentuknya akan berbeda-beda tergantung bentuk tubuh dari sang pemakainya dan juga tergantung pensuplai baju balap masing-masing sponsor. Tapi kali ini kita tidak akan membahas para produsen baju balap motogp ini, mungkin next time!!

Cara kerja baju balap motogp

Fungsi utama dari pemakaian racing suit/ wearpack ini tentu saja demi keamanan semua pembalap dimana disetiap lintasan mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda-beda, banyak sekali di temukan tikungan tricky seperti Hairpin, Stop and Go dan Chicane yang membutuhkan fokus dan konsentrasi ekstra setiap pembalap. Jadi harus benar-benar jeli dalam memutuskan suatu tindakan, bisa saja salah perhitungan akan membuat kesalahan fatal dan akhirnya menimbulkan crash karena kecepatan motor di MotoGP bisa mencapai lebih dari 300 km/jam. Bahkan di sirkuit seri Mugello kemarin Andrea Iannone berhasil memecahkan rekor top speed dan tembus 355 km/jam. Jadi bisa di bayangkan bagaimana jadinya jika crash dalam kecepatan seperti itu.

Walapun tidak menjamin 100% akan aman tetapi setidaknya cedera fatal akan dapat diatasi dengan menggunakan wearpack dengan tingkat kecanggihan masing-masing. Dengan perkembangan teknologi masing-masing produsen baju balap maka diperlukannya Safety yang tinggi pada semua Wearpack yang di gunakan para pembalap. Wearpack ini dibuat berdasarkan riset selama bertahun-tahun bentuknya menyesuaikan dengan anatomi tubuh pembalap jadi tidak akan sama bentuknya untuk setiap pembalap tapi untuk keamanannya bisa dikatakan sama percis.

Jika di perhatikan, di bagian belakang Wearpack ada semacam gundukan seperti punuk onta dan seperti apa fungsinya? Fungsi Punuk pada baju balap di buat untuk meletakkan Airbag/kantong udara selain itu punuk juga mempunyai fungsi aerodinamis yang memungkinkan udara yang menerpa dari arah depan dapat mengalir lancar agar motor tetap stabil tanpa gangguan turbulensi dan manfaat penting lainnya adalah melindungi tulang belakang agar jika crash parah dapat di minimalisir setiap kemungkinan selain itu di bagian Airbag terdapat bagian berongga yang dapat di pakai untuk meletakkan tempat air minum dan dipasanganya chip elektronik.

Saat ini Bahan untuk Wearpack di pilih dari kulit yang tebal dan juga sangat elastis sehingga menimbulkan efek panas jika di pakai pembalap. Oleh karena itu, di dalam Wearpack di pasang Gel Cooler Water dengan tenaga baterai yang bisa mendinginkan Wearpack dan membuang panas di dalam baju biar saat melintas ditrek pembalap tidak dalam kondisi yang benar-benar panas.

Sementara untuk chip, memang sengaja di tanamkan sebagai salah satu alat sensor. Chip ini akan mendeteksi gerakan tidak wajar dan ketika sensornya menyala, maka kantong udara dalam Racing Suit akan langsung mengembang. Sensor itu berperan seperti Trigger pada Airbag karena kecanggihan teknologi inilah pembalap dapat terjaga dari cidera parah.

Cara kerja baju balap motogp

Bagaimana cara Kerja Airbag di wearpack setiap pembalap? Saat pembalap melakukan gerakan tidak biasa dan hampir crash, otomatis D-Air pada Wearpack akan mengembang. Mengembangnya D-Air Ini hanya memakan waktu tak kurang 0.015 detik saja dan mengembang sempurna dalam hitungan 0.030 detik. Bila pembalap mampu mengatasi situasi nyaris jatuh dan kembali ke motornya, maka D-Air akan mengempis dengan sendirinya. Rata-rata proses crash memakan waktu kurang dari 1 detik. Jika dalam 0.030 detik saja kantong udara sudah terbuka, maka masih ada sisa waktu 0.5-0.6 detik sebelum tubuh pembalap terjatuh ke aspal. Sehingga benturan fisik dapat terjaga. Pada Wearpack saat ini memiliki 17 titik sensor untuk mendapatkan data-data yang di butuhkan dari tiap pembalap, seperti Lap Time, akselerasi dan jarak pengereman di tikungan. Data ini yang nantinya di gunakan sebagai acuan untuk mengembangkan kemampuan motor dan melakukan setting sebelum dimulainya balapan.

Inilah beberapa fungsi yang penting yang perlu kita ketahui bahwa balapan sepeda motor khususnya Motogp sangat berbahaya karena itu perlu persiapan sematang dan secanggih mungkin untuk minimalisir setiap kemungkinan yang terjadi agar lebih aman untuk setiap pembalap yang ada dilintasan.

Iklan

Tentang oldrider

KeepBrotherhood & Peace
Pos ini dipublikasikan di MotoGP dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Inilah Cara Kerja Wearpack untuk pembalap Motogp !!!!

  1. keren mas.. Ulasannya…. Saya Paham cara kerja wearpack

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s